Artikel

MENGENAL PERAWATAN SALURAN AKAR GIGI (ENDODONTIC/ROOT CANAL TREATMENT)
20-02-2017 | aaaaaaaaaaaa.

Tujuan Perawatan Gigi
Menjaga kebersihan mulut adalah cara terbaik untuk mencegah terjadinya penyakit-penyakit di dalam mulut. Penyakit yang paling sering ditemukan dalam mulut yaitu karies gigi dan radang gusi dengan plaque sebagai penyebab utamanya. Plaque terbentuk dari sisa makanan yang tertinggal pada gigi dan tidak terkontrol, sehingga menyebabkan terjadinya karies dan radang gusi.
Terjadinya karies itu bersifat multifaktorial, salah satu faktornya adalah waktu. Karies merupakan suatu penyakit kronis progresif yang membutuhkan waktu beberapa bulan bahkan tahun untuk dapat berkembang. Untuk itulah kenapa kontrol rutin minimal 6 bulan sekali ke dokter gigi itu penting agar karies terdeteksi lebih dini dan secara otomatis penanganannya juga lebih dini, untuk mencegah terjadinya masalah karies dan penyakit periodontal yang berkelanjutan.
Lalu bagaimana jika telah terjadi karies gigi dan penyakit periodontal yang berkelanjutan? Selama gigi masih dapat dipertahankan lama dalam rongga mulut sebaiknya tetap dipertahankan. Banyak macam perawatan yang dapat dilakukan agar gigi dapat dipertahankan lama si dalam rongga mulut. Salah satunya adalah perawatan saluran akar / perawatan endodontik / root canal treatment .
Apa Itu Pulpa?
Mahkota gigi terdiri dari jaringan keras gigi yakni email dan dentin. Kedua lapisan keras gigi ini melindungi jaringan lunak gigi yang disebut pulpa, yang memanjang dari mahkota (daerah dentin) turun melalui saluran akar sampai ujung akar gigi. Gigi hanya memiliki satu ruang pulpa tetapi memiliki lebih dari satu akar dan beberapa saluran akar. Jika terjadi kerusakan oleh karena cedera atau penyakit, jaringan di dalam pulpa tidak dapat memperbaiki dirinya sendiri. Bakteri dan produk yang dihasilkan yang mengenai pulpa dapat menyebabkan pulpa mati.
Jaringan lunak pulpa terdiri dari pembuluh darah dan syaraf yang menyuplai makanan dan memberikan sensor rasa pada gigi. Jika terjadi kerusakan jaringan pulpa biasanya ditandai dengan rasa nyeri, sensitif yang berlangsung lama saat makan/minum panas atau dingin atau bahkan tanpa rangsangan. Kerusakan gigi yang sudah mengenai jaringan pulpa dan tidak dilakukan perawatan dapat menyebabkan diskolorasi gigi (perubahan warna gigi), dan bahkan pembengkakan pada gusi. Kadangkala tanpa keluhan sama sekali, sehingga jika kondisi ini dibiarkan tanpa perawatan akan menimbulkan nyeri dan pembengkakan serta kerusakan tulang penyangga gigi.

Cara yang paling efektif untuk menghentikan infeksi pada pulpa adalah dengan perawatan saluran akar. Meskipun banyak yang mengkhawatirkan mendengar bahwa pembuluh darah dan saraf dibersihkan, akan tetapi fungsi gigi tidak akan terpengaruh oleh pembersihan ini.

Langkah Sebelum Dilakukan
Perawatan Saluran Akar
Sebelum menjalani perawatan saluran akar, dilakukan pemeriksaan gigi dan diikuti oleh X-ray / rongent dental, untuk mengetahui tingkat keparahan infeksi dan untuk melihat kondisi saluran akar gigi (berapa saluran akarnya, bengkok/lurus, sempit/besar). Kemudian dokter gigi akan menjelaskan kondisi kasus anda serta menerangkan prosedur perawatan secara rinci. Lalu menyerahkan semua keputusan ditangan anda. Jika anda menyetujui untuk melakukan perawatan, maka perlu untuk menandatangani formulir persetujuan (informedconcent). Prosedur perawatan saluran akar dapat diselesaikan dalam satu sesi, tetapi pada beberapa kasus sangat kompleks,perawatan memerlukan waktu lebih lama.

PROSEDUR PERAWATAN SALURAN AKAR
Pertama dilakukan anastesi lokal pada gigi yang akan dilakukan perawatan. Hal ini harus dilakukan pada kondisi gigi yang masih vital, dan tidak diperlukan pada kondisi gigi yang non vital. Kemudian asepsis pada daerah kerja dan isolasi gigi (bisa dengan rubber dam ataupun isolasi sederhana dengan cotton roll). Tip suction terus bekerja pada saat dilakukannya perawatan.
Tahap selanjutnya adalah acces opening membersihkan karies gigi, sampai akses ke pulpa terinfeksi dan jaringan membusuk terbuang. Pembersihan jaringan juga dilakukan dengan cairan antiseptik khusus. Pengukuran panjang kerja dengan alat apex locater dan dikonfirmasi dengan rongent dental. Cleaning and shaping pada saluran akar menggunakan file khusus dan root canal lubricant.
Pada tahap ini juga dilakukan pembersihan jaringan dengan cairan khusus atau biasa disebut larutan irigasi. Pembersihan larutan irigasi menggunakan paperpoint. Selanjutnya dilakukan dressing / sterilisasi pada kasus-kasus tertentu. Pada kasus ringan perawatan saluran akar bisa dilakukan dalam satu kali kunjungan sampai pengisian saluran akar / obturasi. Filling / obturasi / pengisian saluran akar bertujuan untuk menutup jalan masuk bakteri baik dari koronal maupun apikal. Yang dilanjutkan dengan pembuatan restorasi / penumpatan.
Restorasi untuk kasus tertentu memerlukan restorasi yang kuat dengan pembuatan pasak core build up serta pembuatan tumpatan tuang atau biasa kita sebut mahkota selubung / crown.

APAKAH PERAWATAN SALURAN AKAR ITU MENYAKITKAN?

Kebanyakan penderita takut dilakukan perawatan saluran akar karena persepsi bahwa perawatan itu akan menyakitkan. Kenyataannya adalah perawaran tidak menyakitkan karena sebelum tindakan dilakukan anestesi lokal, tetapi biasanya akan mengalami beberapa tingkat rasa sakit setelah anestesi hilang. Dalam hal ini, dokter gigi memberi obat analgetik bahkan anti inflamasi, disamping itu juga memberikan informasi mengenai kondisi setelah perawatan, waktu kontrol kembali dan rujukan rongent dental untuk evaluasi dari perawatan (tingkat kesembuhan perawatan). Yang terpenting lagi adalah instruksi menjaga kebersihan rongga mulut supaya infeksi tidak terulang.
Semoga bermanfaat…….

Ruang Berita

MENGENAL PERAWATAN SALURAN AKAR GIGI (EN....
Oleh : aaaaaaaaaaaa.
Tujuan Perawatan Gigi Menjaga kebersihan mulut adalah cara terbaik untuk mencegah terjadinya penyakit-penyakit di dalam ....
ONE DAY CARE
Oleh : Dr. Finda Ferdiana.
RSUD Blambangan adalah Rumah Sakit Umum di Kabupaten Banyuwangi sebagai pusat rujukan di Kabupaten Banyuwangi. Pelayanan ....
KEJANG DEMAM
Oleh : dr. SRI REDJEKI, Sp.A.
Kejang Demam merupakan penyebab kejang yang paling sering dijumpai pada anak,biasanya terjadi antara usia 3 bulan sampai ....